Jenis Tanaman Hias yang Bisa Mempercantik Rumahmu

jenis tanaman hias

Rumah yang sejuk dan asri merupakan idaman semua orang. Kabar baiknya, ada  banyak cara yang dapat dilakukan untuk membuat rumah kita menjadi sejuk dan asri. Salah satunya adalah dengan menanam tanaman hias.

Sayangnya, seringkali cukup sulit bagi kita untuk merawat tanaman hias secara rutin. Berbagai kesibukan, terutama pekerjaan yang tak terduga, membuat kita kurang disiplin merawatnya. Akhirnya, tanaman hias pun layu.

Eitsss, tapi tunggu dulu. Ada, lho, tanaman hias yang ternyata tak memerlukan perawatan khusus. Berikut ini adalah beberapa rekomendasi tanaman hias yang gak ribet dan rewel perawatannya. Plus, tentu saja jenis tanaman hias ini bisa kamu jadikan pilihan untuk kamu tanam di rumah.

Kaktus Mini

Kaktus mini merupakan tanaman hias yang gampang banget perawatannya. Pastikan saat kamu membeli kaktus mini, media tanamnya dicampur dengan pasir yang kering, bukan tanah yang lembab dan basah. Tanah yang lembab dan basah justru akan membuat kaktus cepat busuk dan akhirnya mati.

Kaktus tidak membutuhkan banyak air. Oleh karena itu, tanaman ini tidak harus setiap hari kamu siram. Ketika cuaca panas dan kering, kamu cukup menyiram kaktus mini tiga atau empat hari sekali. Namun ketika cuaca sedang lembab atau basah (ketika musim hujan), cukup siram seminggu sekali.

Pemberian pupuk untuk tanaman ini juga tidak cukup terlalu sering karena ukurannya yang mini. Pupuk yang baik untuk tanaman kaktus adalah pupuk kompos. Pemberian pupuk kompos dapat dilakukan dua minggu sekali.

Kaktus mini dapat kamu letakkan di dalam, seperti di dalam kamar dan ruang tamu, atau pun di luar rumah. Namun sebaiknya, untuk kaktus mini yang diletakkan di dalam rumah juga beberapa diletakkan di luar rumah agar terkena sinar matahari, ya. Biar tak mengganggu keseharianmu, lakukan saja saat hari libur.

Baca Juga :  Beberapa Merk Gitar Terbaik dan Terbaru Tahun Ini

Palem Hias

Tanaman palem hias memiliki banyak ragam, mulai dari yang besar dan cocok diletakkan di halaman rumah, hingga yang berukuran sedang dan dapat ditaruh di dalam pot di depan teras rumah.

Palem hias merupakan tanaman yang tidak rewel selama cukup mendapat cahaya matahari dan air. Oleh karena itu, sebaiknya palem hias diletakkan di luar rumah (outdoor). Palem hias harus disiram air satu hari sekali dan pemberian pupuk dapat dilakukan dua minggu sekali.

Lidah Mertua

Jangan takut, ini bukan lidah mertua beneran, kok! Hehehe.

Lidah mertua adalah tanaman yang cocok dimanfaatkan sebagai tanaman hias. Sebab, bentuknya kokoh dan memiliki banyak motif warna.

Motif warna lidah mertua bermacam-macam, mulai dari daun hijau dengan garis-garis putih, hijau dengan warna tepi kuning, hijau pucat dengan kombinasi putih, dan masih banyak lagi.

Perawatan lidah mertua tidak sulit. Sama seperti palem hias, sebaiknya tanaman ini diletakkan di luar ruangan agar dapat terkena cahaya matahari secara langsung. Tapi, ada pula, lho, pilihan tanaman lidah mertua yang ukurannya mini sehingga dapat kamu letakkan di dalam ruangan.

Penyiraman lidah mertua dapat kamu lakukan satu hari sekali dan pemberian pupuknya dua minggu sekali.

Sekali-kali kamu juga perlu mengelap daun lidah mertua ketika sudah terlihat kotor atau berdebu. Pengelapan perlu dilakukan agar lidah mertua tidak mudah terkena penyakit.

Lavender

Tanaman yang satu ini terkenal karena aromanya khas dan bermanfaat sebagai pengusir nyamuk. Namun, masih banyak yang mengira perawatan dari tanaman ini sulit. Padahal, tidak demikian kenyataannya.

Hal yang perlu diperhatikan ketika pertama kali menanam lavender adalah melapisi bagian bawah pot yang diisi lavender dengan styrofoam. Pemakaian styrofoam berfungsi sebagai penyerap air agar tanah tetap kering dan tidak lembab.

Baca Juga :  Ini Dia Perbedaan Gitar Akustik Elektrik yang Wajib Kamu Tahu

Selain itu, kamu juga perlu meletakkan batu-batu kecil di sekitar pot lavender atau menggunakan pot yang terbuat dari batu. Penggunaan elemen batu berfungsi menyerap panas. Selain itu, ia juga dapat membantu menjaga tanah agar tetap kering.

Kenapa harus kering? Sebab, tanah yang lembab tidak baik untuk lavender.

Nah, karena sifat itulah, penyiraman untuk lavender tidak perlu dilakukan setiap hari. Ketika udara terasa panas dan kering atau ketika tanah dalam pot lavender sudah kering, barulah dapat dilakukan penyiraman.

Sebaiknya, lavender terkena cahaya matahari kurang lebih 8 jam dalam sehari.

Nah, itulah jenis tanaman hias yang oke banget untuk kamu bawa pulang. Kira-kira, mana yang jadi favoritmu?

Leave a Reply